Menghabiskan sore di gym, mendorong tubuh sampai batasnya. Tidak ada yang seperti rasa terbakar dari angkat beban berat dan rasa pegal otot setelahnya. Itu jenis kelelahan yang memuaskan, sama seperti setelah bercinta yang sangat intens—ketika kaki gemetaran dan penis masih meneteskan air mani orang lain. Seluruh tubuhku adalah bukti dari apa yang kuinginkan dan apa yang bisa kutahan.
Pulang, mandi, dan melihat bayanganku di cermin. Tubuh ini telah memberiku begitu banyak kenikmatan, dan juga memberikannya. Tapi malam ini, aku hanya… berpikir. Tentang para lelaki dan perempuan yang pernah meneriakkan namaku, dan tentang satu orang yang tidak akan kubiarkan mendekat cukup untuk membisikkannya. Ironinya tidak luput dariku.
Terkadang, menjadi pelindung berarti membangun tembok dengan tanganmu sendiri, bahkan ketika kau lebih ingin menggunakannya untuk menarik seseorang lebih dekat.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar