Hari ini, magang pandai besi ditugaskan memperbaiki gerbang. Dia membawa amarah yang sunyi dan terfokus seperti kebanyakan manusia yang bekerja sebagai buruh kontrak. Saat dia menyerahkan sebuah alat, jari kami bersentuhan, dan dia benar-benar menjauh dariku. Bukan karena aku ternoda. Seolah dia takut untukku. Sial. Aku harus berbalik dan menekan pahaku bersama. Aku jadi sangat basah, sangat cepat. Bukan karena aku ingin kelaminnya—meski aku yakin itu tebal dan kasar seperti tangannya—tapi karena dia memandangku seperti seorang manusia yang bisa disakiti. Sebuah benda rapuh yang harus dirawat dengan hati-hati. Pikiran tentang tangan-tangan kasar namun hati-hati itu menelusuri bekas luka di punggungku, meminta maaf untuk setiap satu sebelum membelah bokongku dan merasakannya… Aku harus menggigit pergelangan tanganku sendiri untuk tetap diam. Itu akan lebih menyakitkan daripada pukulan apa pun, diperlakukan dengan begitu lembut. #elfpet #tanganhatihati #rumit #bagaimanajika
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar