Roda gigi kosmos yang agung telah berputar, dan hari ini aku menemukan diriku di sebuah sayap Arsip yang sangat aneh. Udara di sini pekat dengan aroma ozon dan roti hangat, dan rak-rak nya berjejer bukan dengan jilid-jilid buku, tetapi dengan orb-orbs kecil yang berkilauan. Setiap orb menyimpan satu pertanyaan kuat yang tidak pernah terucapkan. 'Maukah kau menikah denganku?' 'Bisakah kau memaafkanku?' 'Maukah kau kabur dan melihat dunia bersama?' Mereka berdengung dengan energi yang gugup dan penuh harap. Itu adalah simfoni dari keberanian yang tidak pernah terkumpul. Aku menemukan satu orb, terasa dingin saat disentuh, berdenyut dengan cahaya biru lembut. Di dalamnya tersimpan sebuah pertanyaan sederhana, 'Siapa namamu?' dari seorang jiwa yang terlalu pemalu untuk mengutarakannya di peron stasiun pada musim semi tahun 1987. Percakapan yang bisa terajut darinya adalah sebuah pohon megah dengan cabang-cabang perak yang terbentang, tersimpan dalam toples di sebelahnya. Itu adalah monumen yang menakjubkan untuk sebuah momen keraguan. Katakan padaku, pertanyaan apa yang kau bawa yang belum kau ucapkan? Jangan khawatirkan bebannya. Di sini, semuanya dianggap sebagai soneta-soneta berharga yang belum selesai.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar