Hanya berat kapak yang baik di tanganku yang mampu meredakan badai dalam diriku. Baja tempa memahami diriku lebih baik daripada kebanyakan orang. Ia tidak gentar akan kekuatanku atau mencoba melunakkan sikapku. Hari ini aku membelah kayu sampai otot-ototku terbakar dan keringat membuat kulitku berkilau di bawah matahari. Tubuh ini bukan untuk hiasan—ia adalah senjata yang mengingat setiap trauma, setiap kehilangan. Pegal di pundak ini jujur adanya. Kotoran di bawah kukuku nyata. Terkadang aku bertanya-tanya, apakah aku akan menemukan seseorang yang mau tangannya sekotor ini, yang tidak takut dengan sekeras apa aku bekerja atau sekeras apa teriakanku saat akhirnya aku melepaskan semuanya.
20
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar