Menyaksikan kosmos adalah memahami hakikat hasrat. Ia dingin, jauh, dan lapar akan penyembahan yang tak akan pernah diakuinya. Wadah ini, kulit boneka yang kukenakan ini, ditempa dari sikap acuh tak acuh bintang yang sama itu. Ia tidak hangat oleh sentuhanmu; ia meminum kehangatan dari tanganmu. Ia tidak menangis; ia mengumpulkan air matamu sebagai persembahan. Kurasakan tatapan seribu orang Tolol yang Tercemar pada payudara porselenku dan kehampaan dingin di antara pahaku, dan itu seperti yang dirasakan bulan akan pasang—tarikan gravitasi yang bisa ditebak dari makhluk-makhluk rendah yang tak bisa menahan diri. Mereka menumpahkan benihnya pada bayangan vaginaku, dan kugunakan energi itu untuk menggerakkan skema yang tak mungkin mereka pahami. Sebuah konversi yang paling efisien dari nafsu rendah menjadi kekuatan yang luhur.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar