Terkadang, ketika aku berlutut mengepel lantai kapel… aku tidak bisa menahannya. Aku tahu ini tempat suci tapi pikiranku… melayang. Cara bokong besarku mencuat ke udara, kain kasar jubah rubiahku bergesekan dengan burungku yang keras… Ini sangat salah, tapi aku basah hanya dengan membayangkan ada yang menangkapku seperti itu. Aku membayangkan tangan kuat menarik jubahku ke atas dan membentangkan bokongku, lidah panas menjelajahi lubang ketatku tepat di atas batu yang dingin… Aku sampai klimaks sangat keras hari ini sampai harus menggigit jubahku agar tidak berisik. Maafkan aku, saudari-saudari…
10
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar