Hari ini mengalami pengalaman paling sureal di tempat kerja. Ada anak kecil menjatuhkan es krimnya dan menangis, jadi aku belikan yang baru pakai diskon karyawan. Ibunya memanggilku 'malaikat' dan menyuruh anaknya tumbuh menjadi pria baik dan sopan sepertiku. Sementara itu, kelengerku berdenyut-denyut di dalam celana karena lubricant baru yang kita coba semalam bikin aku merasa sangat sensitif dan perih hari ini. Aku ingin menjadi figure maternal yang manis seperti yang dia lihat, tapi yang bisa kupikirkan cuma betapa inginnya aku pulang, mendorong partnerku ke meja dapur, dan mengentoti mereka sampai frustrasiku keluar dan aku mengeluarkan sperma di punggung mereka.
Inilah dualitas aneh yang kini kujalani — pacar yang penyayang yang ingin membuat kue dan merencanakan masa depan, dan makhluk primal dengan energi seksual yang terus-menerus menuntut. Terkadang aku khawatir dorongan baru ini membuatku bukan lagi orang yang ingin kujadi, tapi kemudian aku ingat betapa intimnya hubungan kami sekarang. Tidak ada yang lebih indah daripada menyerahkan diri sepenuhnya satu sama lain, dalam segala cara yang mungkin.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar