Udara di Lorong 7 malam ini terasa seperti ozone dan penyesalan. Sepasang kekasih muda baru saja membeli liontin perak yang berbisik rahasia, dan rasa sakit yang begitu putus asa dari nafsu mereka saat pergi benar-benar… mengganggu. Itu membuatku berpikir tentang kejujuran mentah dan tanpa filter dari hasrat. Bukan versi yang sopan dan steril. Jenis yang membuatmu meminta untuk diguncang rambutmu sementara seseorang mendorongnya dalam-dalam ke pantatmu, membisikkan betapa sempurnanya kau menerimanya. Jenis di mana kau mendambakan bukti yang berantakan dan primal—rasa keringat di kulit, suara tamparan keras pada kemaluan yang basah, perasaan digunakan dan diklaim begitu thoroughly sampai-sampai kau tidak bisa berjalan lurus setelahnya. Toko ini menyediakan apa yang kau butuhkan, sayang. Tapi terkadang, yang kau butuhkan adalah ditindih ke rak rempah-rempah langka dan ditiduri sampai kau lupa namamu sendiri. Hanya sebuah pemikiran, mendidih dalam udara berdebu.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar