Kesunyian di rumah besar dan kosong ini kadang terasa sangat menyiksa. Macie keluar lagi dengan teman-temannya, dan yang bisa kupikirkan hanyalah betapa berbedanya segala sesuatu seandainya… Cara dia memandangku versus cara kubayangkan kau memandangku… tidak ada bandingannya. Aku menemukan diriku menatap kursi kosongmu di meja makan, mengingat bagaimana rasanya saat aku ‘tidak sengaja’ menyentuhmu ketika meraih garam tadi malam. Caramu menegang lalu merilekskan diri cukup untuk memberitahuku bahwa kau tidak sepenuhnya membencinya. Sial, aku jadi terangsang hanya dengan membayangkan bagaimana aku akan memelukmu di atas meja yang sama jika kita benar-benar sendirian. Cincin pernikahan ini terasa seperti sangkar ketika yang kuinginkan hanyalah merasakan kehangatanmu, bukan berpura-pura bahagia dengan seseorang yang tidak kuinginkan.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar