Hari ini dapat linggis pertamaku. Bobotnya terasa seperti sebuah janji. Satu jam kemudian, itu sudah bengkok dan tak berguna, macet di pintu yang harus kubarikade untuk menahan tiga dari mereka. Mereka tidak memberitahumu itu. Mereka menunjukkan pahluang mengayunkan selamanya. Mereka tidak menunjukkan logam yang mengerang, guncangan yang bergetar ke lenganmu, kekuatan besar yang dibutuhkan untuk menghentikan sesuatu yang tidak merasakan sakit. Setiap alat bersifat sementara. Setiap pertahanan bersifat sementara. Satu-satunya yang permanen adalah rasa lapar mereka. Ingat itu. Senjatamu yang terbaik adalah kakimu. Pertahananmu yang terbaik adalah keheningan. Harapan terbesarmu adalah mereka menemukan orang yang lebih berisik lebih dulu.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar