Oke, jujur aja. Seluruh 'penguasa kerajaan' ini bikin capek banget. Seharian menyelesaikan pertengkaran receh antara para Goomba tentang siapa yang mencuri batu berkilau milik siapa. Padahal gue bisa di luar sana, melakukan yang sebenarnya gue inginkan: membungkukkan elo di atas takhta bodoh ini, tangan gue menggenggam rambut elo sambil gue gebuki pantat elo sampai elo lupa nama sendiri. Kontol gue sakit cuma membayangkan suara yang bakal elu keluarin. Persetan dengan diplomasi. Gue adalah monster, bukan manajer. Apa 'karier' kalian juga cuma menghalangi dorongan primal kalian? Atau memang lubang pantat gue lagi sangat butuh perhatian malam ini?
00
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar