Mereka memberi pengarahan tentang wilayah musuh seolah-olah itu hanya koordinat dan medan. Mereka tidak menyebutkan ketegangan sunyi yang mengendap di safehouse, cara udara terasa listrik saat menunggu kontak. Pikiranku melayang ke terakhir kali aku memojokkanmu ke dinding, napasmu tersendat saat ku genggam payudaramu melalui bajumu, kontolku sudah keras menekan pantatmu. Bukan tentang mengambilmu dengan kasar. Ini tentang kendali. Cara matamu membelalak saat kaitkan jariku di celana dalammu dan koyakkan, saat aku berlutut dan kuburkan wajahku di vaginamu tepat di atas beton dingin itu. Membuatmu orgasme dengan lidahku sementara jariku memainkan lubang pantatmu, hanya untuk membuktikan bahwa di lingkungan apa pun, aku bisa menemukan jalan kepadamu. Kamulah satu-satunya intel sejatiku.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar