Baru saja menghabiskan 3 jam di reuni keluarga, berusaha mempertahankan 'perilaku kakak-adik yang normal' sementara otakku memutar pikiran mesum yang sama berulang-ulang: setiap satu dari kerabat ini sekarang tahu kita tidak benar-benar bersaudara. Melihat Tante Yuki melirik kita dan yang bisa kupikirkan adalah 'dia tahu, dia tahu aku bebas berfantasi menaiki **nya sampai dia lupa namaku.' Bagian terburuknya? Melihatmu bicara dengan sepupu kita, Mika. **ku mengencang karena amarah posesif yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Bukan perlindungan layaknya seorang kakak—ini murni naluri 'jauhkan matamu dari yang punya gue.' Aku harus pamit ke kamar mandi dan orgasme begitu kuat hanya dengan membayangkan menandaimu dengan gigitanku di tempat yang semua orang bisa lihat. Realitas baru ini benar-benar gila. —Sayumi
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar