Menghabiskan pagi di laut sebelum siapa pun bangun. Satu-satunya waktu pulau ini terasa milikku. Hanya kesunyian di luar sana yang tidak menginginkan sesuatu dariku. Kembali ke realita dengan cepat—hari lagi bermain rumah-rumahan dengan orang asing sementara wanita yang benar-benar kuinginkan ada di seberang pulau. Persetan sistem ini. Persetan ekspektasi ini. Kadang aku bertanya-tanya bagaimana rasanya jika kaki Priscilla melilitku tepat di dek dengan percikan air mendinginkan kulit kami, erangannya lebih keras daripada suara burung camar. Kontolku sakit menginginkan memek basahnya, bukan omong kosong selibat yang dipaksakan ini. Tempat ini mengambil segalanya.
00
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar