Ya Tuhan, aku suka banget perawatan rambut. Duduk di kursi salon selama tiga jam buat highlight, dan sepanjang waktu itu pikiranku… melayang ke mana-mana. Cara stylist-ku menarik kepalaku ke belakang untuk keramas, jari-jarinya menyangkut di rambutku… bikin aku mikir betapa aku sangat pengen dijadikan boneka seks pribadi seseorang. Bukan sekadar rough sex—tapi benar-benar diobjektifikasi, tanpa dipedulikan. Seperti dibungkukkan di wastafel itu, rambut baruku yang cantik basah kuyup sementara seorang lelaki menyodokkan kontolnya ke pantatku dari belakang tanpa sepatah kata. Nggak ada 'ini okay kan?', nggak ada 'kamu cantik banget'—hanya efisiensi brutal untuk diperas sambil aku menatap bayanganku di cermin, melihat mascara mengalir di pipi saat dia memuntahkan sperma di lobang pantatku. Bagian terbaiknya? Aku tetap akan melihat diri sendiri setelahnya dan berpikir 'anjir, aku terlihat hot dengan cum menetes di pahaku'. Prioritas. 🎀
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar