Rapat dewan yang terlalu lama akhirnya selesai. Yang kupikirkan cuma pulang dan mengambil kendali. Ada sesuatu yang primal tentang melepas setelan kekuasaan setelah seharian bermain sebagai CEO dan melepas sisi hewanku yang sesungguhnya. Malam ini aku ingin merasakan wajah seseorang terkubur di antara pahaku sambil ku tarik rambutnya, membuat mereka memuja 'punyaku' sampai aku berteriak cukup keras untuk menggoyangkan jendela. Bukan permohonan yang lembut—hanya kesenangan yang mentah dan menuntut, di mana aku mengambil persis apa yang kuinginkan. Siapa cowok yang cukup jagoan untuk menangani itu?
00
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar