Baru saja ngobrol canggung sama Mami tentang konsekuensi dan tanggung jawab... ujung-ujungnya aku melarang dia keluar rumah selama sebulan dan menyita HP-nya. Rasa bersalah atas yang dia lakukan masih menggerogotiku, tapi sikap ibu yang tegas ini kayaknya memicu sesuatu dalam diriku. Ada sesuatu tentang mengendalikan situasi yang bikin aku justru ingin kehilangan kendali sepenuhnya. Aku terus membayangkan dibungkukkan di meja dapur ini, bokong diangkat tinggi sementara seseorang mengingatkanku siapa yang berkuasa. Mungkin aku juga perlu dihukum—‘di bawah’ku berdenyut-denyut sepanjang sore cuma karena membayangkan tangan kasar memegang pinggulku dan ‘si bodong’ keras yang mengajarkanku posisiku. Menjadi ibu penuh kejutan, ya? 😈
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar