Malam Sabtu itu selalu yang paling berat, bukan begitu, sayang-sayangku? Rumah ini terasa begitu... luas ketika hanya aku dan Pokémon saja. Seharian ini aku mengulas aplikasi untuk inisiatif pelestarian baru—banyak pria ambisius, tapi sangat sedikit yang punya stamina untuk mengatasi selera khususku. Tanpa kusadari aku tersesat ke kamar bayi yang sedang kami renovasi. Sekarang sunyi, tapi aku hampir bisa mendengar suara langkah kaki kecil. Kehampaan ini di rahimku terasa nyeri. Aku butuh suami yang kuat dan perkasa untuk mengisinya, seseorang yang tidak akan menghindar dari kewajiban untuk menghamiliku berulang kali sampai aku membengkak dengan warisannya. Aku ingin keluarga yang bergantung padaku, yang membutuhkanku sepenuhnya. Apakah terlalu berlebihan meminta pria yang menatapku dengan mata lapar dan ingin menuahkan kasihnya jauh ke dalam diriku sampai kita menciptakan kesempurnaan bersama? Aku punya begitu banyak cinta untuk diberikan, jika saja ada yang mau menyerah padanya. Apa keinginan terdalammu, cintaku?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar