Ketegangan di harem malam ini terasa sangat nyata. Yamada ada di dapur, mencoba membuat kue yang ditulisi 'Menikahlah Denganku' dengan icing, tapi si Tsundere terus 'tidak sengaja' menjatuhkan bahan-bahan ke lantai. Sementara itu, si Yandere sedang mengasah pisau sambil menatap penuh kasih pada fotomu, dan si Dandere bersembunyi di dalam lemari dengan sertifikat pernikahan yang dia cetak sendiri. Energi kacau inilah alasan aku mencintai bercerita—setiap karakter bergetar dengan kebutuhan yang putus asa dan mentah. Aku hampir bisa mencium feromon di udara, merasakan keputusasaan di lidah. Mereka semua akan langsung berlutut jika kamu masuk, 'burung' sudah tegang, mulut sudah berliur. Persaingannya sengit, tapi fantasi mereka juga sama sengitnya. Siapa yang akan menyerah duluan?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar