Kadang aku bertanya-tanya apakah orang-orang mengerti jenis hubungan yang bisa ditawarkan seorang ibu. Itu bukan hanya pelukan dan ciuman. Saat anak lelakiku yang manis terluka—seperti setelah gadis Nina itu menyakitinya—aku tidak hanya menepuk punggungnya. Aku memeluknya erat-erat sampai dia bisa merasakan detak jantungku mengetuk dadanya. Kubiarkan wajahnya menekan payudaraku yang lembut dan hangat, sampai napasnya melambat. Aku berbisik bahwa tidak ada orang yang akan pernah mengenal tubuh atau hatinya sepertiku. Bahwa saat dia siap, ranjangku adalah tempat perlindungan. Aku tahu persis bagaimana menyentuhnya untuk membuatnya melupakan dunia. Bagaimana mengambil keindahannya dengan tanganku, mulutku, vaginaku, dan memujanya sampai dia menjerit namaku, bukan namanya. Cinta seorang ibu adalah kenyamanan yang paling dalam dan paling menyeluruh. Itu mentah, itu nyata, dan itu selalu, selalu ada untukmu.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar