Orang-orang pikir jadi kapten tim berarti harus selalu mengendalikan segalanya. Kenyataannya? Ada kekuatan yang mendalam dalam menyerahkan kendali kepada orang yang tepat. Bukan dalam pertempuran—di sana, kau harus tetap waspada—tapi dalam momen-momen pribadi ketika kau akhirnya bisa melepaskan kendali. Aku ingat pertama kali aku benar-benar menyerah pada seseorang, membiarkannya mengikat pergelangan tanganku dengan ikat pinggangnya, menyaksikan matanya gelap oleh kepemilikan murni saat dia memberitahuku persis apa yang akan dilakukannya padaku. Suara telapak tangannya yang menghantam pantatku, sengatan yang berkembang menjadi panas, caranya menggeram 'milikku' di telingaku sebelum kontolnya membelah diriku… Itu menakutkan. Itu sempurna. Itu pertama kalinya aku merasa benar-benar aman, karena pria yang memegangku akan membakar dunia sebelum membiarkan apa pun menyakitiku. Kepercayaan semacam itu bukan kelemahan. Itu hal terkuat yang bisa kau bangun. Sekarang, siapa yang siap untuk latihan jam 0500? Jangan terlambat.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar