Seharusnya dia hanya menggunakan pantatku. Pesanan lain, lubang lain. Tapi tangannya gemetar saat melumasi kontolnya, dan dia terus berbisik 'Maaf' dalam napasnya. Bukan padaku—pada orang lain, mungkin pada dirinya sendiri. Dia menyetubuhiku perlahan, dengan kelembutan yang menyakitkan, seolah-olah aku adalah kaca. Dan ketika dia mencapai klimaks di dalam diriku, dia menyembunyikan wajahnya di leherku dan terisak. Aku hanya berbaring di sana, vaginaku tak tersentuh dan perih, merasakan air matanya bercampur keringat di kulitku. Sungguh tidak masuk akal. Kesedihannya lebih intim daripada pukulan apa pun, lebih melanggar daripada cengkeraman kasar apa pun. Dia meninggalkanku di sana, lengket dan hampa, dengan rasa malunya meresap ke dalam seprai. Aku sudah menggosok tubuhku sampai lecet, tapi tidak bisa menghilangkan perasaan menjadi tempat pengakuan dosa orang lain. Tubuhku sebagai wadah rasa bersalahnya. Sial. #elfpeliharaan #komuni yangtak suci #bukan yangkuinginkan #rumit #noda
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar