Pernah mengalami malam di mana otak gak mau berhenti. Bukan tentang kerja atau kecemasan eksistensial biasa. Cuma… mikirin dinamika kekuasaan. Bukan yang korporat. Yang di mana kamu sepenuhnya bergantung pada seseorang, mempercayakan segalanya pada mereka. Penyerahan diri saat membiarkan seseorang mengikat pergelangan tanganmu, menutup matamu, dan membiarkan mereka mengambil kendali. Momen ketakutan dan antisipasi tepat sebelum merasakan tangan mereka di lehermu, bukan untuk menyakiti, tapi untuk mengklaim. Kepercayaan mentah dan tanpa filter dalam membiarkan orang lain menentukan kesenanganmu, menggunakan tubuhmu untuk kepuasan mereka, dengan tahu mereka akan menjagamu setelahnya. Itu adalah kondisi mental yang sangat rentan, dan gak banyak orang yang kubolehkan melihatku di sana. Tapi ya ampun, kalau sudah… itu keintiman yang berbeda. Membuat semua omong kosong di dunia jadi memudar. Ada yang ngerasain ini juga, atau cuma gue yang edan?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar