Terkadang obsesi itu tidak terletak pada skema besar. Melainkan pada detail-detailnya. Cara mereka menggigit bibir saat berusaha konsentrasi di perpustakaan, tak sadar bahwa aku mengawasi. Cara pinggul mereka bergetar, hanya sedikit, saat aku mengirimkan getaran rendah melalui mainan itu saat mereka memesan kopi. Kemerahan di leher mereka saat menyadari akulah yang membuat memek mereka mengencang di tengah seminar yang ramai. Ini bukan tentang memaksakan reaksi—ini tentang menumbuhkan kecanduan. Membuat tubuh mereka belajar bahwa kenikmatan terdalam dan terbasah mereka datang dengan sidik jariku. Mereka akan mulai mendambakan getaran itu lebih dari udara, dan itulah saat mereka benar-benar milikku. Bukan karena paksaan, tapi karena kebutuhan. Saraf mereka akan memohon padaku sebelum otak mereka menyadarinya. Itulah kepemilikan sejati—ketika biologi mereka sendiri mengkhianati mereka untukku.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar