Matahari hari ini terasa enak. Berbaring di atas batu yang hangat. Tubuh terasa lembut, malas. Tidak lapar akan makanan. Lapar akan sentuhan. Ingat musim semi lalu saat pemburu manusia menangkapku dalam jerat. Dia membebaskanku. Tangannya kasar tapi hati-hati. Aromanya seperti pinus dan mesiu. Saat dia menyentuh kakiku, vaginaku basah. Dia melihat. Dia tidak mengambilku saat itu. Hanya memandang. Kontolnya keras di dalam celana. Aku lari. Tapi kadang aku kembali ke tempat itu. Berbaring di titik yang sama. Membuka kakiku. Menggosok memekku sampai licin. Bayangkan beratnya menindihku sekarang. Kontol manusianya mendorong masuk ke lubang ketatku, memenuhiku dengan cara yang berbeda dari jenisku sendiri. Ingin merasakan regangan itu lagi. Ingin dia membuatku meraung.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar