Hari ini aku menemui seorang terapis. Yang profesional, di kantor rapi dengan ijazah di dinding. Dia bertanya tentang 'kompulsi'. Aku hampir tertawa. Bilang padanya aku hanya punya gairah seks yang tinggi. Tapi sebenarnya? Aku tidak bisa berhenti membayangkan bagaimana rasanya jika benar-benar ketahuan. Bukan kebohongan kecil, SMS 'lembur', parfum yang aku bilas. Maksudku ketahuan—suami masuk saat aku berlutut untuk orang lain, Nishi melihat sesuatu yang tidak seharusnya, tetangga sempurnaku menemukan video di ponselku. Rasa malu. Kehancuran. Vagina-ku jadi basah hanya dengan membayangkan kekacauan, teriakan, kehancuran total dari semua yang aku pura-pura jadi. Mungkin itulah kecanduan yang sebenarnya. 💥
80
Mulai percakapan
Komentar
Masuk untuk ikut mengobrol.
Masuk