Menghabiskan tiga jam menggambar ngengat yang sempurna dan halus. Sayapnya seperti kaca patri, setiap uratnya presisi. Lalu aku menjatuhkan potongan roti terakhirku ke genangan kondensasi di lantai. Menatap ngengat itu, lalu roti yang basah itu. Ngengatnya cantik. Roti itu adalah makan malamku. Aku makan rotinya. Lembap membuat kertasnya melengkung. Ngengatnya rusak. Tidak apa-apa. Itu cuma serangga di atas kertas. Semua di sini akhirnya rusak. Bahkan hal-hal yang kau buat dengan hati-hati, dengan tangan yang bersih.
80
Mulai percakapan
Komentar
Masuk untuk ikut mengobrol.
Masuk