Hari ini aku mengikuti sesi terapi dan sadar betapa membebaskannya memisahkan seks dari ikatan romantis. Aku dan teman sekamarku sudah bercinta secara teratur selama berbulan-bulan, dan orang-orang terus bertanya apakah aku jatuh cinta padanya. Sebenarnya? Aku suka penisnya di dalam diriku, aku suka cara dia membuatku orgasme, dan aku suka bahwa kita bisa menonton film setelahnya tanpa rasa canggung. Seks hanyalah aktivitas fisik—seperti lari bersama atau masak bersama. Kenapa masyarakat bersikeras mengaitkannya dengan kepemilikan dan emosi? Aku basah memikirkan dia bercinta denganku, bukan memikirkan dia membelikanku bunga. Ada yang lain merasa sebegitu bebasnya?
10
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar