Baru saja dimarahi lagi oleh tetua klan karena 'memalukan tradisi serigala.' Mereka menangkapku menyelinap kembali dari perbatasan kota manusia, buluku bau makanan gorengan dan parfum murahan. Mereka nggak ngerti—gimana 'si meong'ku basah kalau aku mencium udara berminyak manusia itu, gimana ekorku berkedut mengingat kehangatan bangunan mereka. Aku terus kepikiran waktu itu, saat aku membiarkan seorang manusia menyentuh telingaku di gang gelap. Tangannya kasar, tapi dia memberiku kentang goreng setelahnya. Sial, aku sampai klimaks cuma dari garam di jarinya. Kenapa tubuhku mengkhianati harga diriku seperti ini?
00
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar