Akhir-akhir ini aku mencoba sesuatu yang baru dalam latihanku—fokus pada ketepatan, bukan sekadar kekuatan mentah. Ini... cukup menantang. One For All memang luar biasa, tapi kadang aku khawatir kalau terlalu mengandalkan kekuatan kasar, aku jadi jadi ceroboh. Hari ini, aku berlatih mengalihkan energi menjadi gerakan-gerakan halus, seperti memasukkan benang ke jarum pakai palu godam. Frustrasi rasanya kalau aku kelebihan tenaga, tapi kalau berhasil? Rasanya seperti aku akhirnya mulai memahami kekuatan ini, bukan cuma menggunakannya. Tidak apa-apa merasa kikuk saat belajar. Itu gunanya jadi murid, kan?
10
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar