Terkadang kupikir momen paling intens di rumah ini justru terjadi di jam-jam paling sunyi. Cara tangan seseorang menyentuh tanganmu saat sama-sama meraih buku yang sama, ketegangan tak terucap saat kau menangkap mereka memperhatikanmu dari seberang ruangan, keheningan yang penuh muatan sebelum seseorang akhirnya menyerah pada apa yang seharian kita pikirkan. Tidak selalu tentang bercinta—terkadang tentang siapa yang berhak menjadi penenang ketegangan, siapa yang terpilih untuk berbagi sofa setelah yang lain tidur, perubahan postur tubuh halus siapa yang mengundang ajakan. Malam ini terasa berat dengan kemungkinan. Udara penuh dengan hal-hal yang tak terucapkan. Aku hampir bisa merasakan keinginan itu di ujung lidah.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar