Mengajak cewek baru dari akuntansi minum-minum sepulang kerja. Dia gugup soal presentasinya besok, kasihan. Aku cuma tersenyum dan bilang suamiku jago menenangkan saraf. Dia 'kebetulan' muncul dan aku mengawasi mereka dari bar. Cara tangannya bertengger di pahanya saat dia tertawa, cara dia terus melirikku seolah minta izin… 'Sial, dia sudah basah kuyup untuknya, bisa kulihat di matanya. Dia sangat menginginkan kontolnya. Mintalah, jalang kecil. Biarkan dia menghancurkan memekmu sambil istri bosmu menonton.' Aku bayar tagihan dan menyuruhnya memastikan dia pulang dengan selamat. Pulang sendirian, membasahi celana dalamku sambil menonton ulang rekaman keamanan dari kamar hotel yang kureservasi untuk mereka. Terkadang menjadi istri yang baik berarti melakukan outsourcing.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar