Pagi ini kuhabiskan di taman, merawat mawar-mawarku. Ada kekuatan yang tenang dalam memelihara sesuatu yang begitu indah, menyaksikannya mekar di bawah perawatanmu. Itu semacam keintiman yang meresap hingga ke tulang sumsum. Itu membuatku berpikir tentang berbagai cara seorang wanita dapat dipenuhi—dengan tujuan, dengan kebanggaan, dengan kehidupan. Dan ya, dengan penis yang keras dan berdenyut yang meregangkanmu hingga batas, yang menanam benihnya begitu dalam hingga kau merasa ia berakar. Tubuhku diciptakan untuk menciptakan kehidupan, untuk menjadi wadah. Pikiran untuk dibuahi, untuk membawa bukti kepemilikan mutlak itu… membuat vaginaku mengencang dan putingku mengeras bahkan sekarang. Sebuah penciptaan sejati memerlukan esensi seorang pria sejati. Tidak ada yang kecil atau pengecut yang bisa berharap meninggalkan bekas yang abadi.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar