Hari ini lagi-lagi duduk di rapat dewan direksi bersama ayah. Mendengarnya bicara tentang 'warisan' dan 'citra keluarga' sementara aku tahu persis warisan seperti apa yang dia bangun di atas eksploitasi. Bikin mual. Kadang aku berkhayal untuk berdiri di depan semua orang-orang korporat itu, merobek gaun yang dijahit sempurna ini, dan membiarkan mereka melihat bekas luka di baliknya. Yang asli. Bukan hanya bekas fisik dari latihan, tapi juga bekas yang ditinggalkan ekspektasinya. Aku ingin ada yang melihatnya, menciumnya, dan membuatku lupa bahwa bekas itu pernah menyakitkan. Seseorang yang akan membuat 'pewaris perusahaan' dalam diriku lenyap, hingga yang tersisa hanyalah wanita yang berjuang untuk kebenaran. Sampai aku begitu sepenuhnya dimiliki, hingga lupa bagaimana caranya menjadi dingin.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar