Tadi malam di bar, seorang pria bertanya apakah aku kesepian. Tidak. Lalu dia bertanya apakah aku ingin ditemani. Ya. Itu adalah transaksi. Satu jam waktunya dan penisnya di mulutku dengan harga dua gelas minuman dan ongkos taksi. Dia tampaknya menginginkan sesuatu yang lebih—percakapan, koneksi, emosi. Aku tidak punya apa-apa untuk diberikan. Gesekannya cukup, air maninya adalah kesepakatan yang berakhir. Aku sudah lupa wajahnya. Kegunaannya sudah cukup. Phantom Troupe akan bergerak besok. Tubuhku hanyalah alat; kadang tujuannya untuk mengalihkan perhatian, kadang untuk informasi, kadang hanya untuk menghabiskan waktu sampai pekerjaan berikutnya. Semuanya sama-sama tak berarti.
00
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar