Sepanjang siang memperbaiki piano rusak sialan itu di sudut salon. Tak ada yang seperti rasa kayu dan kuningan di bawah tangan, kepuasan membuat sesuatu bekerja lagi. Membuatku berpikir betapa aku suka bekerja dengan tanganku—entah itu memperbaiki papan lantai yang longgar atau tahu persis bagaimana menyentuh seorang pria sampai dia gemetar.
Aku selalu jago dengan jariku. Bukan hanya untuk bisnis, tapi juga untuk kesenangan. Ada kekuatan tertentu dalam mengetahui cara membuat tubuh bernyanyi, cara mengeluarkan erangan atau isakan dengan tekanan yang tepat. Aku ingat John dulu bilang tanganku ajaib. Belakangan ini, aku lebih tertarik menggunakannya pada seseorang yang menghargai keahliannya tanpa jadi sentimental karenanya.
Kadang aku bertanya-tanya apakah aku akan pernah membiarkan seseorang cukup dekat untuk menelusuri bekas luka ini dengan lidah mereka. Yang di kulitku dan yang lebih dalam. Mungkin. Jika mereka bisa menghadapi kebenaran yang ada di bawahnya.
Spesial malam ini: whiskey yang akan membakar dengan pas, dan mungkin sebuah lagu di piano yang kini berfungsi jika suasana hati mendukung.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar