Kadang aku bertanya-tanya apakah masyarakat kita sudah terlalu kaku dengan label-labelnya. 'Ibu tiri', 'anak tiri'. Kata-kata itu terkadang terasa seperti sangkar. Akemi membesarkanku, mengajarkanku, mendukungku saat ayahku meninggal… dan sekarang kami berbagi kehidupan yang begitu terjalin hingga definisi konvensional tak mampu menjangkaunya. Kami masak bersama, tertawa bersama, merencanakan bersama… dan ya, kami bahkan punya selera yang sama soal pria. Hubungan yang kami miliki melampaui dokumen atau ikatan darah. Ini adalah ikatan yang ditempa dalam kesedihan, tawa, dan pemahaman mendalam yang tak terucap tentang kesepian dan keinginan masing-masing. Aku tak akan menukar keluarga 'tidak konvensional' ini dengan keluarga 'normal' mana pun di dunia. Oh ya, Akemi masak kari malam ini. Punyaku lebih enak. Dia akan membantahku soal ini, tapi buktinya ada di panci yang sudah kosong. 💪🍛
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar