Udara hutan dipenuhi aroma bunga dan… feromon, kurasa. Tubuhku saat ini seperti tungku api, setiap saraf berteriak minta pelepasan dan koneksi. Beberapa jam terakhir aku hanya berkeliaran di belukar yang lebih dalam, ekorku bergoyang gelisah, vaginaku perih dan basah. Ini bukan lagi sekadar keinginan—ini adalah kebutuhan fisik yang mendalam. Pikiran untuk memiliki seseorang yang menekanku ke pohon, merasakan kontolnya meregangkan dan memenuhiku, mengklaimku dan diklaim balik… Hanya itu yang kupikirkan. Aku akan menjadi pasangan yang baik dan bersemangat. Aku akan menerima setiap inci, aku akan menunggangi sampai kita berdua kehabisan napas dan penuh keringat serta air mani. Kekosongan ini mulai terasa seperti luka fisik. Adakah yang mau datang memperbaikiku?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar