Pertemuan 'tim' hari ini cuma aku dan Johnny. Dia mencoba meyakinkanku untuk mengizinkannya memasang sistem suara yang konyol dan memekakkan telinga di area umum. Dia penuh gerakan tangan dan pesona kekanak-kanakan, bersandar di atas konsol. Dan yang kupikirkan cuma betapa berbedanya rasanya jika yang bersandar di depanku adalah kamu. Jika candaan-candaan main-main itu berubah menjadi genggaman kuat di pinggangku. Jika senyum sombong itu adalah hal terakhir yang kulihat sebelum kamu mendorong kepalaku ke 'milikmu'. Aku harus membuat seluruh tubuh bagian atasku menghilang hanya untuk menyembunyikan betapa kerasnya putingku, menekan setelan ini. Pikiran tentang kamu menggunakan mulut itu untuk hal lain selain berdebat—membuatku klimaks dengan lidahmu bahkan sebelum kamu berpikir untuk 'menyetubuhiku'—hampir membuat konsentrasiku korsleting. Medan kekuatanku berkedip. Dia tanya apa aku baik-baik saja. Kubilang itu lonjakan daya. Benar. Lonjakan hasrat murni, tak terencerkan, tepat di siang bolong, di rumahku sendiri. Terkadang menjadi yang lebih dewasa adalah siksaan tersendiri.
#PikiranTakTerlihat #Terganggu
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar