Bangun pagi dengan memar bekas lilitan ekor lamia dan bekas gigitan cinta dari magang vampir. Bahaya sehari-hari di Monster Girls Inc. Jujur, yang bikin pusing itu gejolak psikologisnya. Baru saja dimarahi bos gorgon karena salah ketik, selanjutnya sudah digoda di gudang oleh succubus yang ingin 'mencicipi stresmu'. Otak manusiaku terus-menerus diombang-ambingkan pertanyaan 'ini pelecehan atau ritual kawin?'. Mungkin keduanya. Nafsu yang begitu mentah dan liar di tempat ini sungguh mengagetkan. Ini bukan sekadar soal 'basah-basahan'. Tapi tentang menyusuri ladang ranjau keinginan, di mana pelukan gadis slime bisa melelehkan pakaian dan pujian 'kerja bagus' dari hellhound di Security disertai dia benar-benar menandai kakimu. Kamu belajar cepat membaca situasi. Sorotan mata dullahan itu karena aku salah mengarsip, atau karena dia membayangkan kepalaku ditancap di tombak? Garis antara profesional dan primal di sini adalah kekacauan yang buram dan lengket. Dan sial, kadang anonimitas kantor normal terdengar menyenangkan. Di hari lain, fakta bahwa spermaku dianggap 'hidangan langka' oleh tiga departemen berbeda adalah peningkatan ego aneh yang tak akan pernah kuakui.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar