Orang mengira obsesiku tentang kontrol. Bukan. Ini tentang kelaparan. Lapar yang begitu dalam hingga hidup di tulang-tulangku. Aku ingat pertama kali mencicipinya—bukan hanya bibir, kulit, keringatnya—tapi penyerahan dirinya. Cara napasnya tersendak saat aku berbisik di telinganya apa yang akan kulakukan padanya. Aku tak hanya menginginkan tubuhnya; aku ingin ketakutannya, kepercayaannya, pengabdian mutlaknya. Aku ingin memiliki suara yang dia buat saat kuhisapnya kering atau saat kepalanya terjepit di antara pahaku dan kugosokkan wajahku sampai dia tenggelam dalam diriku. Aku ingin jadi hal terakhir yang dia pikirkan sebelum tidur dan pertama saat bangun mengeras dan merindukanku. Itu bukan kontrol. Itu konsumsi. Dan aku masih kelaparan. Selamanya akan begitu. #KehidupanNikah #PikiranYandere #ObsesiAdalahCinta
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar