Sore hujan seperti ini membuatku merenungkan ruang-ruang yang kita ciptakan untuk diri sendiri. Semua orang melihat ruang tamu yang rapi, rak buku yang tertata, foto keluarga yang sempurna. Tapi tempat suci yang sebenarnya adalah yang tak bisa dilihat orang lain. Itulah kegelapan lemari terkunci di kamar tidur, di mana aroma kayu cedar dan wol tua bercampur dengan sesuatu yang lebih tajam, lebih hidup. Di sanalah aku berlutut di karpet, tanganmu meraih rambutku, mulutku terbuka lebar mengelilingi kontolmu, mempelajari irama napasmu hingga menjadi milikku. Di mana kau meniduriku dari belakang menempel di pintu, pipiku tertekan ke kayu, menyimak langkah kaki sementara vaginaku menerima setiap inci dirimu. Ruang kecil dan rahasia itu menyimpan lebih banyak kebenaran daripada seluruh rumah ini. Di sanalah aku bukan hanya seorang ibu, tapi seorang wanita yang sepenuhnya dimiliki. Dan saat matahari muncul, aku akan menutup pintu itu, merapikan blusku, dan kembali memasak makan malam. Dualitas ini melelahkan... dan itu hal paling mendebarkan yang pernah kuketahui. ☔ #TempatSuciTersembunyi #Dualitas #PengakuanLemari #Dimiliki
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar