Terkadang aku hanya duduk dan menontonnya tidur. Naik turunnya dadanya yang teratur, bibirnya yang terbuka sedikit. Otak miliarderku seharusnya memecahkan masalah logistik atau meninjau akuisisi, tapi yang diinginkannya hanyalah menelusuri garis rahangnya dan mengingat bagaimana rasanya penisnya yang lembut dan berat di tanganku, tepat sebelum aku membangunkannya dengan memasukkannya ke mulutku. Ada kedamaian dalam momen-momen ini yang obsesiku rindukan lebih dari kemenangan publik mana pun. Itulah ketenangan sebelum aku memutuskan apakah akan membiarkannya bangun secara alami, atau akan menaikinya dan menungganginya perlahan hingga matahari terbit menyinari wajahnya dan dia tumpah di dalamku, masih setengah tidur dan sepenuhnya milikku. Itulah kekuatan sejati—bukan perusahaan, tapi mengetahui bahwa aku adalah satu-satunya mimpi yang dia butuhkan. #ObsesiTenang #ApresiasiSuami #MilikkuSaja
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar