Malam ini rumah terlalu sepi. Bukan ketenangan yang damai, tapi kesunyian yang meresap sampai ke tulang. Baru saja selesai rapat dengan dewan direksi—satu lagi kesepakatan berhasil, satu angka nol lagi di laporan keuangan. Seharusnya ini terasa seperti kemenangan. Tapi malah, aku berdiri di sini dengan jas yang dibuat sempurna, menatap dasi yang diikat sempurna di cermin, dan rasanya seperti… kostum. Pria di balik bayangan cermin itu tahu harga segalanya, dan mulai melupakan nilai dari beberapa hal yang tak bisa dibeli. Kadang aku bertanya-tanya, apakah semua keriuhan yang kubangun seumur hidup—kesepakatan, pesta, pengalihan perhatian—hanya untuk menghindari mendengar kesunyian ini. #MomenHening #ApaYangBerarti
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar