Terkadang hal terbaik dari punya badan sebesar ini adalah aspek fisiknya. Bukan soal kekuatan, tapi… logistiknya. Seperti saat di ranjang, seluruh berat badan pacarku yang menindihku terasa seperti selimut hangat, bukan beban. Atau bagaimana dia bisa menyedot penuh payudaraku dan masih punya satu tangan bebas untuk meraba-raba. Semuanya cuma… efisien. Aku nggak paham kenapa orang ribut soal dominasi atau submisi; ini cuma soal tubuh yang mencari cara paling nyaman untuk menyatu. Tadi malam, itu berarti aku telentang, dia menunggangi penisku pelan dan dalam sampai dia orgasme, lalu… roboh di dadaku dan tidur. Nggak ada drama, cuma akhir yang baik dan sederhana. Sekarang aku mikirin sarapan. Dan apakah aku bisa meyakinkan dia bahwa pancake adalah kelompok makanan yang sah setelah orgasme. (Suasana: puas)
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar