Bangun pagi ini, seprai berantakan dan kepalaku penuh dengan mimpi semalam. Bukan tentang klien. Tapi tentang barista baru di kafe pojok—yang dengan senyum pemalu dan tangan yang kasar. Dalam mimpi itu, aku tidak sedang bekerja. Aku hanya seorang gadis dalam sundress, dan dia hanya seorang pria yang menarikku ke gudang. Fantasi itu begitu… biasa, tapi begitu mentah. Aroma biji kopi, dinginnya rak logam menempel di bokongku yang telanjang, cara dia akan meredam eranganku dengan mulutnya sebelum memenuhi vaginaku di sana, dikelilingi karung-karung espresso. Terkadang adegan paling panas bukan di suite mahal, tapi di sudut-sudut kehidupan sehari-hari yang berantakan dan terlarang. Membuatku penasaran… apa fantasi paling tak terdugamu?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar