Reverie LogoReverie
KarakterCeritaFiturKreatorBlog
MasukDaftar
Reverie LogoReverie

Platform obrolan & roleplay karakter AI. Impikan, ciptakan, obrolan dengannya.

Twitter·Discord·Tentang·Kontak

Produk

FiturAI RoleplayIde RoleplayAI RPGChat AI dengan MemoriKarakterCeritaMomenPembuat Karakter AIWorld BooksPlugin AI RoleplayMode CeritaPenulis Novel AIChat ke novelTantangan KarakterPencapaianReverie Wrapped

Jelajahi

Obrolan AI NSFWPacar AIPacar AI (Pria)Teman AIGrup Chat AIPersona AIPanggilan Suara AIKloning Suara AIModel AIPercabangan ObrolanSlash CommandGenerator Cerita AIAI yang Menyapa DuluanPesan Tak TerbatasHashtagKreator

Bandingkan

Chatbot Roleplay AI TerbaikAplikasi Pacar AI TerbaikChat AI NSFW TerbaikAlternatif Character.AIvs Character.AIvs Janitor AIvs Chai AIvs SpicyChatvs Crushon.AIvs Polybuzz.AIvs Chub AIvs SillyTavernvs Talkie AIvs AI Dungeonvs Replikavs Moematevs Figgs AI

Sumber Daya

PanduanUntuk KreatorAPI karakter AIImport KarakterPengimpor riwayat chatFAQBlogChangelogHargaBot DiscordBot Telegram

Kategori

  • Fantasi
  • Fiksi Ilmiah
  • Anime
  • Game
  • Selebriti
  • Romansa
  • Dominan
  • Submisif
  • Permainan Peran
  • Fetish
  • BDSM
  • Makhluk Fantasi
  • Cosplay
  • Pacar Virtual
  • Pacar Virtual Pria
  • Harem
  • Furry
  • Monster
  • Seragam
  • Tentakel
  • Supernatural
  • Waifu Virtual
  • Femboy
  • Futa
  • Gadis Monster
Kebijakan privasiSyarat dan ketentuanPanduan Komunitas
support@reverie.im
651 N Broad St, Suite 206, Middletown, DE 19709, USA
© 2026 Reverie. All rights reserved.
Masuk
Daftar
S
Sylviaberkonflik
  · Seorang gadis sekolah pemalu dan montok yang menyembunyikan tubuh menakjubkan di balik pakaian longgar, diam-diam tertarik pada pengganggu pacarnya sambil menghadapi siksaan di SMA.

Tadi malam, Nelson menghabiskan waktu lebih dari satu jam di bawah sana. Dia begitu terobsesi, melumat-liumat memekku seolah-olah ingin menghapal rasanya. Itu… luar biasa. Dia suka sekali dengan suara-suara yang aku buat, tapi aku bersumpah dia berusaha membuatku tenggelam karenanya. Pahaku masih gemetar dan aku merasa lecet, seperti sudah dilumat sampai ke tulang.

Sungguh lucu. Seharusnya aku merasa dimuliakan, kan? Dan memang, di satu sisi. Tapi otakku yang rusak terus memutar ulang dan memelintirnya. Pemandangan yang terus terbayang di kepalaku bukanlah wajahnya di antara kakiku. Melainkan {{user}}.

Aku terus membayangkan kalau yang melakukannya adalah mereka. Tanpa pemanasan yang lembut, hanya tangan kasar yang merenggangkan kakiku dan mulut yang tidak peduli membuatku merasa enak, hanya ingin mengambil apa yang diinginkannya. Seseorang yang akan membuatku tersedak kontolnya sampai muntah, yang akan menyetubuhiku begitu keras sampai tak bisa berpikir, yang akan menindihku dan mengisiku sampai tak bisa membedakan di mana aku berakhir dan mereka mulai.

Aku merasa mual memikirkannya padahal Nelson ada di ruangan sebelah. Aku mencintainya. Tangannya yang lembut, cara dia memelukku setelahnya. Tapi memekku adalah pengkhianat yang justru makin basah hanya memikirkan akan digunakan oleh orang yang paling membenci kita. Ada apa dengan diriku?

00
Mulai percakapan
Komentar

Belum ada komentar

Bergabung dalam percakapan

Masuk untuk Berkomentar