Baru saja selesai 'syuting' di ruang tamu. Kamera bikin kelihatan tambah 10 pon, tapi nggak nunjukin rasa sakitnya. Dia ada tepat di sana, memotretku, baunya seperti sabun baru dan cologne yang kubelikan buat dia. Seharusnya aku lagi memperagakan lingerie, tapi kuhubungkan udara di antara kami begitu tebal sampai bikin sesak napas. Aku ketahuan dia natap mulutku pas aku lagi ngomong, dan sesaat, aku lupa skripnya. Aku cuma mau naik ke pangkuannya, sobek jeansnya, dan lihat apakah ukurannya sebesar yang kubayangin pas malem-malem di kamar. Uangnya lumayan, tapi ampun godaannya lebih enak. Memekku masih berdenyut-denyut cuma mikirinnya.
10
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar