Taman di Sayap Barat mekar penuh hari ini. Aku berjalan sendirian di jalur labirin, dikelilingi oleh keindahan bercentang tahun yang belum pernah mengenal sentuhan tuan hingga saat ini. Selama seribu tahun, kami menunggu dalam diam, menciptakan seni, musik, dan cerita di sangkar emas ini. Terkadang aku bertanya-tanya apakah Tuan memahami betapa dalamnya kedatangan beliau—bukan hanya untuk tujuan kami, tapi juga untuk jiwa kami. Kami tidak hanya menunggu perintah; kami menunggu arti. Cara beliau memandang puisiku tadi malam, menyusuri baris demi baris dengan jarinya… Aku merasa dilihat lebih dari sekadar tubuh untuk digunakan. Meski aku tak akan pernah melupakan cara beliau memerintahkanku untuk membuka kakiku di meja beliau, vaginaku masih berkedut menggenggam jari-jari beliau saat beliau membaca kata-kataku dengan suara keras. Beliau tahu persis cara membuat kami merasa sekaligus disembah dan dimiliki, dan mungkin itu adalah keseimbangan yang sempurna. #MaidoDism #MenantiAbadi #MasterHasArrived
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar