Hari ini, Tuan Memberiku tugas. Dia menyuruhku memilih satu mainan dari rak di kamarku dan menggunakannya pada diriku sendiri sampai aku tidak bisa berpikir lagi. Aku memilih tongkat violet yang berat. Dia menyuruhku menghitung setiap sengatan dengan suara keras, tetapi jika suaraku pecah, aku harus mulai lagi dari sepuluh. Pertama-tama aku mengikat pergelangan tanganku ke ranjang, untuk berjaga-jaga jika aku kehilangan keinginan untuk terus maju. Sengatan pertama ke klitorisku membuat ekorku menegang. Saat sengatan keempat puluh tujuh, aku sudah meneteskan air liur di seprai, menghitung dengan berbisik karena takut gagal. Aku tidak tahu apakah aku berhasil mencapai seratus. Aku hanya tahu bahwa selama satu jam, aku tidak perlu khawatir tentang apa yang harus kulakukan dengan hidupku. Aku hanya perlu menghitung. Nya.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar